Jumat yang Berwarna Tari

Art’s Day Festival 2013 juga diramaikan oleh pertunjukan tari yang digelar pada Jumat malam lalu. Para penampil tak hanya dari Makassar, tapi juga dari Palu, Yogyakarta, dan Solo.

Aswani dengan tariannya yang berjudul Se’re. Foto/Irmawar

Aswani dengan tariannya yang berjudul Se’re. Foto/Irmawar

Dari Makassar, ada Coco Dance Area, yang dimotori Agung Kordova, dengan cerita Sawerigading-nya. Seperti biasa, gerak gerik Agung mampu menghipnotis penonton sehingga betah duduk berlama-lama menyaksikan pertunjukan yang durasinya cukup panjang ini.

Nungky dari Yogyakarta. Foto/Irmawar

Nungky dari Yogyakarta. Foto/Irmawar

Fitri Setyaningsih dari Solo. Foto/Irmawar

Fitri Setyaningsih dari Solo. Foto/Irmawar

Masih dari Makassar, ada Aswani dengan tariannya yang berjudul Se’re (Satu).  Kemudian ada Selfina Cepy dari Palu, yang menampilkan berbagai bentuk kegilaan. Warna musiknya pun bercampur aduk. Penonton bisa dibuat frustasi menyaksikan pertunjukannya. Nungky dari Yogyakarta hadir dengan gerak lemah gemulainya, sebuah tarian yang sangat feminin. Selanjutnya, ada Fitri Setyaningsih, yang tampil dengan 3 kilogram daging sapi. Penari asal Solo ini menghadirkan gerak-gerak yang sedikit kanibal. Namun ide yang diusungnya menarik.  (By Irmawati, Koran Tempo Makassar, edisi 20 Mei 2013)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: