Keriangan di Taman Burung Somba Opu

Koleksinya mencapai 400 ekor yang terdiri dari 60 jenis burung.

 

Burung Pelicam di Taman Burung Somba Opu, Makassar. Foto/Irmawar

Burung Pelicam di Taman Burung Somba Opu, Makassar. Foto/Irmawar

Kicauan burung mewarnai sore ketika Amandra, Ai, dan Aulia, memasuki kawasan Taman Burung Gowa Discovery Park, di Somba Opu, Ahad lalu. Kakak adik ini saling berkejaran, meninggalkan kedua orang tua. Sesekali mereka berhenti lalu menari-nari mengikuti irama kicauan burung yang juga terdengar riang.

Berfoto dengan Makao Blue and Gold, salah satu burung paling langkah asal Brasil. Foto/Irmawar

Berfoto dengan Makao Blue and Gold, salah satu burung paling langkah asal Brasil. Foto/Irmawar

Pelikan menjadi salah satu andalan taman burung, yang dibangun di dekat situs bersejarah Benteng Somba Opu ini. Koleksi lain adalah berbagai jenis jalak, seperti jalak bodas, jalak turki, dan jalak bali. Nah, jalak bali ini, dari namanya menunjukkan jika burung ini endemik Pulau Bali. Konon jenis burung ini tak ditemukan dibelahan bumi manapun. Menurut perawat satwa di taman burung  ini, Iqbal Nur, harga anakan jalak bali bisa mencapai Rp 3 juta.

Burung yang juga dihargai cukup mahal adalah parkit, terutama yang warna bulunya kombinasi. Parkit dari penangkaran dan budidaya tak hanya bisa menghasilkan warna biru, abu-abu, kuning, dan putih, tapi juga warna kombinasi.

Koleksi burung di taman ini lebih dari 400 ekor, yang terdiri dari 60 jenis burung. Selain burung endemik Sulawesi dan pelosok Tanah Air, taman ini juga dilengkapi burung dari berbagai negara.

Pengunjung juga dihibur oleh beo alias Gracula religiosa rubosta, yang pandai berbicara. Tak jauh dari beo, ada sangkar kangkareng. Burung ini terlihat galak saat bertengger di atas pohon. Jenis burung ini biasa menghuni hutan primer dan sekunder dataran rendah di seluruh Sunda Besar.

Bermain dengan burung di Taman Burung Somba Opu, Makassar. Foto/Irmawar

Bermain dengan burung di Taman Burung Somba Opu, Makassar. Foto/Irmawar

Di sini bisa dijumpai kasuari bernama Pablo dan Lili. Menurut Iqbal, Lili pernah memacetkan tol saat dalam perjalanan ke Taman Burung ini, ia melompat dari mobil. Tak hanya itu, sebulan lalu, Lili juga pernah lepas dari kandangnya. Proses penangkapan dilakukan dari pukul 20.00 hingga 24.00, dan  beberapa petugas jaketnya sampai sobek.

Pengunjung juga bisa berada dalam jarak sangat dekat dengan burung-burung, yang terbang lepas, dalam kandang besar. Beberapa jenis buah seperti potongan papaya dan pisang ditancapkan di dahan-dahan pohon. Di kandang ini, kita bisa menyaksikan bermacam-macam jenis burung, mulai perkutut, jalak, kepodang, nuri merah, dan merak.  Kita bisa berinteraksi langsung dengan burung-burung ini, tapi sebaiknya hati-hati, apalagi kalau bulu Merak mekar, itu adalah tanda burung ini marah.

Tak jauh dari kandang besar ini, kita bisa melihat kelompok elang. Ada elang laut, elang sulawesi dan elang bondol. Elang bondol ini adalah burung yang menjadi maskot Jakarta. Jika ingin melihat burung ini melakukan akrobatik, datanglah saat bulan November-Desember yang merupakan musim kawin mereka.

Seorang petugas memberikan makan burung pelikan di Taman Burung Somba Opu, Makassar. Foto/Irmawar

Seorang petugas memberikan makan burung pelikan di Taman Burung Somba Opu, Makassar. Foto/Irmawar

Setelah berkeliling, kita juga bisa beraksi dan foto bareng dengan burung-burung cantik ini. Tak perlu takut-takut, sebab kita didampingi para petugas. Salah satu favorit pengunjung adalah burung paling langka asal Brasil yakni makao blue and gold, yang berbulu  kombinasi biru dan keemasan. Meski sudah jinak, jangan coba-coba memegang bulunya, karena burung ini akan marah dan berteriak keras.

Jika Anda penasaran ingin berfoto sambil mengelus-elus bulu burungnya, pilihlah jenis bayan, karena burung ini jinak. Warnanya juga tak kalah cantik, ada kombinasi merah biru untuk betinanya dan kombinasi hijau kuning untuk jantannya.

Manager Gowa Discovery Park, Rosida Tayeb mengatakan wisata Taman Burung ini masih bagian dari Gowa Discovery Park. “Anda cukup menebus tiket seharga Rp 55 ribu per orang, sudah bisa bermain di wahana air dan taman burung,” katanya.   (By Irmawati, Oleh-oleh Koran Tempo Makassar, edisi 8 November 2013)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: