Wajah Kusam Losari

Tak hanya airnya yang keruh, sampah mengapung juga menjadi penghias tepian Losari.

Pantai Losari, kawasan pesisir di bagian barat daya Kota Makassar, menjadi tempat favorit bagi Armita, 12 tahun, dan adiknya, Melisa, 11 tahun. Saban sore, sepulang sekolah, siswa sekolah dasar ini berenang di Losari, seperti pada Sabtu dua pekan lalu. Sedikitnya ada 20-an anak seperti mereka yang mempertunjukkan atraksi melompat dari anjungan ke laut, dengan ketinggian 3-4 meter dari permukaan laut.

Bagi Armita, yang penting bisa bersenang-senang, tak peduli berenang bersama sampah yang mengapung di laut. Warga Jalan Rajawali ini juga rela menantang bahaya demi bersenang-senang. “Kami sudah terbiasa. Sedikit gatal-gatal setelah berenang, itu biasa,” ujarnya.

Suasana Jalan Penghibur, Kawasan Pantai Losari Makassar. Foto/Irmawar

Suasana Jalan Penghibur, Kawasan Pantai Losari Makassar. Foto/Irmawar

Kawasan Anjungan Losari tak hanya menjadi tempat favorit bagi Armita. Wahab, 32 tahun, saban sore juga menghabiskan waktu dengan memancing di kawasan ini. Sore itu ia tampak gembira, kailnya berhasil menjerat ikan samelang atau ikan sembilang (Paraplotosus albilabris)–bentuknya mirip lele–ukurannya cukup besar, beratnya hampir 1 kilogram. Selain samelang, ada ikan sunu (squaretail coral grouper), dan gandrang eja alias ikan bambang (Latjanus sp.).

Bujang di salah satu sekolah dasar di Makassar itu sudah memancing di kawasan ini sejak tiga tahun lalu. Sejauh ini, menurut dia, mengkonsumsi ikan di Losari aman-aman saja. “Asal dicuci bersih, bau limbahnya juga hilang,” katanya.

Pada pertengahan Februari lalu, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Jamaing, mengingatkan warga sebaiknya tak mengkonsumsi hasil tangkapan dari pesisir Losari. Alasannya, tingkat pencemarannya semakin tingginya. BLHD menguji sedikitnya dua kali setahun untuk memantau kualitas air laut di pesisir Makassar.

Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pencemaran BLHD Kota Makassar, Surono, mengungkapkan data pengujian lain yang dilakukan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Kelas I Makassar Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Dilakukan di Anjungan Pantai Losari pada 2013, pengujian ini mendapati tingkat kekeruhan 10,2 NTU (nephelometric turbidity unit), artinya melebihi baku mutu yang seharusnya 5 NTU.

Hasil uji juga menemukan nitrat 5,005 Mg/L yang melebihi baku mutu 0,008 Mg/L, senyawa fenol 0,08 Mg/L yang seharusnya nihil. Lalu di pantai di depan Fort Rotterdam, tingkat kekeruhannya 44,32 NTU juga melebihi baku mutu. Mengandung BOD 34 Mg/L melebihi baku mutu 10 Mg/L, nitrat 4,831 Mg/L dan senyawa fenol 0,11 Mg/L, keduanya melebihi baku mutu. Di tempat ini juga ditemukan kandungan Sulfida <0,042 Mg/L, yang seharusnya nihil, serta seng (Zn) 0,3812 melebihi baku mutu yang seharusnya hanya 0,095 Mg/L.

Dari hasil pengujian, di Anjungan Pantai Losari total coliformkumpulan mikroorganisme yang hidup dalam jumlah besar—mencapai 16 ribu Mg/L. Jumlah ini melebihi batas maksimal yang diperbolehkan, hanya 1.000 Mg/L. Demikian halnya fecal coliformbakteri fakultatif-anaerob, yakni bio-organisme yang dapat hidup tanpa oksigen—yang mencapai 16 ribu Mg/L, sedangkan yang diperbolehkan hanya 200 Mg/L.

Hal serupa terjadi di pantai di depan Fort Rotterdam. Jumlah total coliform dan fecal coliform-nya melebihi batas maksimal yang diperbolehkan, masing-masing 2.400 Mg/L. “Jika melihat angka-angka ini, yang melebihi ambang batas baku mutu, artinya telah terjadi pencemaran,” kata Surono.

Pakar Oseanografi Kimia dari Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Hasanuddin M. Farid Samawi mengatakan laut adalah pelarut terbaik. Tapi, jika melebihi ambang batas daya dukung atau baku mutunya, akan tercemar. “Artinya, biota laut seperti kerang dan ikan tidak boleh dikonsumsi,” ujarnya.

Suasana tepian Losari di Jalan Metro Tanjung Bunga. Foto/Irmawar

Suasana tepian Losari di Jalan Metro Tanjung Bunga. Foto/Irmawar

Menurut Farid, Losari sudah tercemar sejak 2005, saat dia melakukan penelitian. Dari tahun ke tahun pencemarannya semakin tinggi karena jumlah populasi manusia juga meningkat. Tahun lalu, salah seorang mahasiswa bimbingannya kembali melakukan pengujian, dan pencemarannya diketahui makin meningkat. “Secara kasatmata, bisa dilihat dari tingkat kekeruhannya, air berwarna gelap sehingga dasar laut tak tampak,” katanya.

Dokter spesialis kulit dan kelamin, Anis Irawan Anwar, mengatakan perlunya memperhatikan seberapa besar pencemarannya. Khusus untuk laut Makassar, termasuk Pantai Losari dan sekitarnya, menurut dia, pencemarannya masih dalam ambang yang rendah. Tapi ada beberapa kandungan senyawa, seperti nitrat, memang kurang bagus. “Setelah berenang, segeralah membilas diri, agar terbebas dari penyakit kulit,” tuturnya.

Meski tingkat pencemarannya masih rendah, Anis menyarankan agar warga tetap waspada, terutama jika limbah rumah tangga ini bercampur dengan limbah rumah sakit yang tidak melakukan pengolahan lebih dulu sebelum dibuang.

Laut Makassar, termasuk Losari, tak hanya dipenuhi sampah, tapi juga menjadi muara bagi 14 titik saluran drainase limbah Kota Makassar. Selain menampung limbah rumah tangga, saluran drainase ini menampung limbah industri dan rumah sakit.

Menurut Jamaing, demi mengatasi pencemaran dari limbah kota, pihaknya sudah mewajibkan badan usaha atau kegiatan yang menghasilkan air limbah untuk mengolah limbahnya sebelum dibuang ke saluran drainase ataupun ke laut. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 17 Tahun 2006. “Kami mewajibkan uji limbah dilakukan tiap bulan dan harus dilaporkan setiap tiga bulan ke BLHD.” Jika badan usaha melanggar, akan mendapat teguran hingga rekomendasi pembekuan izin usaha.

Tahun ini, Pemerintah Kota Makassar juga segera mengerjakan proyek instalasi pengolahan air limbah untuk mengolah limbah kota sebelum dibuang ke laut.

 (By Irmawati  Kosmo Koran Tempo Makassar, edisi  21 April 2014)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: