Peran Perasaan Perempuan

Para perempuan dihadirkan sempurna dengan kecerdasan, kecantikan, dan juga penderitaan.

oleh : Irmawati Puan Mawar

Buku Perempuan-Perempuan Mahabharata

Buku Perempuan-Perempuan Mahabharata

Sederetan nama perempuan-perempuan, mulai dari Satyawati, Amba, Gandari, Kunti, dan Drupadi. Kisah Mahabharata tanpa kehadiran mereka, ibarat bunga tanpa warna dan aroma. Mereka adalah perempuan yang cerdas, terampil, terpelajar, menguasai urusan kenegaraan, dan cantik. Mereka dihormati dan dipuja, yang diperoleh dari hubungannya dengan seorang laki-laki, dari suami, putra, ayah, atau saudara.

Narasi kelahiran merupakan salah satu teknik yang dipakai dalam kisah Mahabharata untuk menunjukkan karakter istimewa seseorang. Seperti kelahiran para Pandawa dan Kurawa. Perempuan-perempuan ini pun dilahirkan dengan cara yang luar biasa dan darmatis. Satyawati dibesarkan oleh nelayan, tapi ia sebenarnya adalah putri Raja Uparichara dengan seorang bidadari perawan bernama Adrika. Lalu ada Kunti yang sejak bayi diserahkan oleh orangtuanya sendiri, Surasena, kepada Kuntiboja, yang masih sepupu dan temannya.  Serta Drupadi yang terlahir dari api.

Satyawati seperti badai yang menerpa Hastinapura. Dia adalah perempuan yang mengubah garis keturunan dinasti Kuru. Satyawati yang dikenal dengan nama Gandawati atau Yojanaganda membuat Santanu terpikat dengan kecantikan dan aroma wangi tubuhnya.

Karena mabuk asmara pada Satyawati, Santanu tidak peduli apa pun risikonya. Ia bahkan membuat Dewabrata—pewaris takhta Hastinapura yang sah, putra Santanu dan Gangga yakni Bisma—mengucapkan sumpah Brahmacarya, yakni melepaskan takhta Hastinapura, juga tidak menikah dan tidak memiliki keturunan untuk menghapus ancaman terhadap anak-anak Satyawati.

Dari anak pranikahnya, Kresna Dwipayana atau Abiyasa, menjadi ayah pewaris takhta Hastinapura, sehingga tercipta pembauran kasta dalam kelas sosial. Setelah Santanu mengkat, Bisma mematuhi sumpahnya dengan menobatkan adik tirinya, Citragada untuk menduduki takhta Hastinapura. Karena Citragada mati muda, Bisma kemudian menobatkan Wicitrawirya yang masih kanak-kanak sebagai raja. Tak hanya itu, Bisma juga mencarikan istri baginya. Ia menantang semua raja yang hadir dalam sayembara dan melarikan paksa ketiga putrid Prabu Darmahumbara yakni Amba, Ambika, dan Ambalika.

Perbuatan Bisma menjadi sumber kesengsaraan Amba. Sehingga perempuan inilah yang menjadi penyebab kematian Bisma. Ia terlahir kembali sebagai Srikandi dan membunuh Bisma dalam perang Bharatayudha.

Generasi selanjutnya, ada Kunti istri Pandu dan Gandari istri Drestarastra. Lagi-lagi peran Bisma yang meminta Gandari pada Raja Subala dari Gandharadesa. Mengetahui suaminya buta, Gandari pun membuat penglihatannya gelap dengan menutup matanya. Karena kesalehannya, ia mendapat anugerah seratus putra dari Siwa.

Gandari , meskipuntidak berhasil menghentikan perang akbar Bharatayudha, tapi ia mampu bertindak tegas pada saat-saat penting. Bahkan, kutukannyalah yang menghancurkan wangsa Wresni dan menyebabkan Kresna meninggal setelah kaki kirinya terkena panah Jara—seorang pemburu rusa.

Berbeda dengan Gandari, Kunti dimenangkan sendiri oleh Pandu. Tapi dia mendapat rival, yakni Madrim, adik Raja Salyapati. Bersama kedua istrinya, pandu pergi ke hutan untuk berburu rusa. saat berburu itulah, Pandu membuat kesalahan, panahnya yang tajam menancap disalah satu rusa yang sedang kawin, rusa itu tak lain adalah Brahmana Kamindana. Sebelum meninggal, Brahmana mengutuk Pandu, ia tak pernah bisa mengawini perempuan, jika mencoba, Pandu akan mati.

Atas bantuan Kunti, yang mendapat anugerah dari Resi Druwasa, berupa  Aji Pepanggil—sebuah mantra untuk memanggil siapapun penghuni khayangan yang diinginkan untuk menurunkan putra. Dalam hal ini, Kunti-lah yang memegang kendali, tapi meminta Pandu untuk memutuskan siapa yang akan dipanggil.  Dari Dharma, Kunti memperoleh Yudhistira, lalu dari Dewa Angin Bayu lahirlah Bima, dari Indra lahirlah Arjuna. Lalu Kunti memanggilkan dewa untuk Madrim sehingga lahirlah si kembar Nakula dan Sadewa.

Selanjutnya, Drupadi—istri kelima Pandawa—ia menjadi satu-satunya perempuan yang berani mempertanyakan norma-norma patriarkal secara terbuka dan menantang para lelaki. Ia juga menegaskan bahwa dirinya sederajat dengan mereka. Pada banyak kesempatan, Drupadi alias Pancali justru membela dan melindungi suami-suaminya. Terutama Yudistira, yang mengecewakan pada saat-saat genting : ketika pakaian Drupadi dilucuti di istana Kuru, diculik Jayadrata, dan saat dilecehkan oleh Kicaka di istana Wirata.

Tidak peduli dengan semua penghinaan Drupadi, para Pandawa cenderung mencari jalan damai ketimbang balas dendam. Tapi Drupadi, menjaga dendam selama 13 tahun, yang konon menjadi penyebab utama perang Bharatayudha.

Mahabharata menampilkan segala yang abu-abu dalam sifat manusia dan perilakunya ketika mengambil keputusan berhadapan dengan dilema-dilema etis. Tapi tak ada sosok ideal, baik ayah, laki-laki, ibu, dan, istri. Bahkan Yudistira yang lahir dari dewa keadilan yang paling berbudi luhur di antara semua makhluk kahyangan. Kesukaannya bermain dadu, yang membuatnya mempertaruhkan segalanya, termasuk saudara-saudaranya, dan istrinya Pancali.

Sosok lelaki dalam kisah Mahabharata memang cenderung peragu, mereka bahkan terkesan dalam menghadapi momen-momen penting. Kehadiran perempuan-perempuan inilah yang justru banyak berperan, mendukung suami dan anak-anaknya dalam pengambilan keputusan-keputusan penting.

Kavita yang sudah menerbitkan 12 buku, baik pendidikan, sastra, isu perempuan, hingga agama. Tampak matang mengulas peran perempuan-perempuan yang mewarnai kisah Mahabharata.[] (Resensi Koran Tempo Makassar, edisi  20 Agustus 2014)

Judul Buku : Perempuan-Perempuan Mahabharata

Penulis : Kavita A. Sharma

Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia, 2013

Tebal : xvii + 178 halaman

ISBN : 978-979-91-0549-3

http://koran.tempo.co/konten/2014/08/20/349603/Peran-Perasaan-Perempuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: