Menikmati Tokyo dari Ketinggian

Gratis di Tokyo Tocho. Yang bikin jantung berdesir adalah Tokyo Tower.

Pemandangan Kota Tokyo dari lantai 45 Tokyo Metropolitan Government Building. FOTO/Irmawar

Pemandangan Kota Tokyo dari lantai 45 Tokyo Metropolitan Government Building. FOTO/Irmawar

Berwisata ke Negeri Sakura, rasanya tak lengkap jika tak menikmati pemandangan Kota Tokyo dari ketinggian. Ada tiga tempat yang direkomendasikan yakni Tokyo Tower, Tokyo Sky Tree, dan Tokyo Metropolitan Government Building. Dalam kunjungan kali kedua saya ke Jepang, September lalu, saya memilih menikmati pemandangan malam dari Tokyo Metropolitan Government—salah satu gedung perkantoran pemerintah yang terletak di kawasan Shinjuku—yang biasa disebut Tokyo Tocho.

Kita dengan mudah mengenali, Tokyo Metropolitan Goverment tampak menonjol di antara gedung-gedung tinggi di Shinjuku. Desainnya yang khas menghadirkan suasana, serasa kami sedang berada dalam film-film fiksi sains. Tempat yang asyik untuk bermain petak umpet. Tapi karena malam sudah cukup larut, kami tiba pukul 20.30, artinya kami cuma punya waktu 2 jam 30 menit untuk bisa menikmati pemandangan malam Tokyo dari ketinggian. Waktu buka observatory mulai 09.30-23.00.

Pemandangan Kota Tokyo dari lantai 45 Tokyo Metropolitan Government Building. FOTO/Irmawar

Pemandangan Kota Tokyo dari lantai 45 Tokyo Metropolitan Government Building. FOTO/Irmawar

Beruntung, malam itu, antrian tak begitu panjang. Untuk mencapai tempat observasi di lantai 45, kami naik lift dari lantai 1. Sebelum masuk lift, ada petugas yang mengatur dan memeriksa setiap pengunjung. Seorang petugas perempuan juga menemani saat kami melesat ke ketinggian dengan lift. Sesampai di tempat observasi, petugas akan mengarahkan kami, agar tidak mengganggu pengunjung lain yang hendak turun. Tak hanya sigap, para petugasnya juga ramah dan murah senyum kepada setiap pengunjung.

Salah satu alasan saya memilih Tokyo Metropolitan Government, karena pengunjung tak dipungut biaya alias gratis. Di lantai 45, terdapat temboshitsu—ruang berdinding kaca, dari sini kita bisa menikmati panorama Kota Tokyo dari ketinggian lebih dari 200 meter. Kita dapat memutari ruangan untuk menikmati pemandangan Tokyo selebar 360 derajat. Di arah timur laut, kita bisa melihat Tokyo Sky Tree dan Cocoon Tower dari Mode Gakuen. Kemudian di arah tenggara, kami bisa melihat keberadaan Tokyo Tower. Konon, jika hari cerah, kita bisa melihat Gunung Fuji yang berselimut salju dari arah barat.

Pemandangan Kota Tokyo dari lantai 45 Tokyo Metropolitan Government Building. FOTO/Irmawar

Pemandangan Kota Tokyo dari lantai 45 Tokyo Metropolitan Government Building. FOTO/Irmawar

Di tempat ini, kami bertemu banyak turis asing dan warga lokal, seperti kami, mereka tak sekedar menikmati pemandangan, tapi juga sibuk mengabadikannya dengan kamera dan ponsel. Jika lelah, lapar dan haus, di dalam temboshitsu terdapat kafe. Juga terdapat beberapa toko yang menjual berbagai macam oleh-oleh.

Jika ingin melihat pemandangan yang lebih luas lagi, Anda bisa mendatangi Tokyo Sky Tree yang memiliki ketinggian 634 meter. Bangunan ini disebut-sebut sebagai gedung tertinggi kedua di dunia setelah Burj Khalifa yang memiliki ketinggian 829 meter. Landmark baru kota Tokyo ini dibangun 2008 lalu, konon proyek ini menghabiskan biaya hampir 40 miliar Yen atau setara dengan Rp 6,8 triliun.

Tokyo Sky Tree ini tampak sangat dekat dari kawasan Asakusa. Untuk bisa menikmati pemandangan dari atas, pengunjung terlebih dahulu harus membeli tiket di lantai 5. Untuk sampai ke Tembo Deck di ketinggian 350 meter, kita harus membayar tiket seharga 2.060 Yen atau Rp 236 ribu, lalu untuk sampai ke Tembo Galeria ada biaya tambahan 1.030 Yen atau Rp 118 ribu. Tapi karena budget terbatas, saya mengurunkan niat untuk naik lebih tinggi.

Tokyo Sky Free, terletak di daerah Oshiage, Tokyo. FOTO/Irmawar

Tokyo Sky Free, terletak di daerah Oshiage, Tokyo. FOTO/Irmawar

Tokyo Tower menawarkan biaya yang lebih murah, dimana biaya dibagi berdasarkan kategori usia. Untuk sampai pada lantai observasi utama di ketinggian 150 meter, biayanya 300-800 Yen atau setara dengan Rp 34 ribu- 92 ribu. Lalu untuk naik ke lantai observasi khusus di ketinggian 250 meter, harus menambah biaya 350-600 Yen atau Rp 40 ribu-69 ribu.

Hal yang mengasyikan dari Tokyo Tower, ada beberapa lantai di dek atas yang berupa kaca transparan. Sehingga perlu nyali yang cukup untuk melihat ke bawah. Atau jika ingin mencoba sensasi berbeda, merasakan angin bertiup sambil menikmati pemandangan Kota Tokyo dari atas, cobalah menggunakan tangga untuk sampai ke dek tengah di ketinggian 200 meter.

Andai gedung-gedung tinggi di Makassar juga menyiapkan layanan serupa. Sehingga masyarakat bisa melihat sisi lain pemandangan kotanya dari atas. Saya kira ada banyak gedung-gedung tinggi, di antaranya Menara Bosowa, Menara Phinisi, atau Tower Balai Kota Makassar. (*) (Koran Tempo Makassar, edisi  21 November 2014)

Jalan Jalur Kereta

Tokyo Metropolitan Government atau Tokyo Tocho terletak di kawasan Shinjuku. Stasiun terdekat adalah Stasiun JR Shinjuku, pilih pintu keluar di sebelah barat, dari sini Anda cukup perjalan kaki selama sepuluh menit. Tokyo Tocho juga bisa ditempuh jalan kaki dari Tochomae Stasiun, jika menggunakan Toei Oedo Line.

Membeli tiket kereta di Tokyo. FOTO/Irmawar

Membeli tiket kereta di Tokyo. FOTO/Irmawar

Kemudian untuk sampai ke Tokyo Sky Tree di kawasan Oshiage, dari Shinjuku bisa menggunakan Oedo Line dan turun di stasiun Kuramae, selanjutnya pindah kereta ke jalur Asakusa, lalu Anda tinggal berjalan kaki sekitar lima menit. Kemudian dari Shibuya, akses kereta langsung menggunakan Akasuka Line dan Hanzomon Line.

Selanjutnya, Tokyo Tower, Anda bisa turun dibeberapa stasiun terdekat yakni Akabanebashi, Kamiyacho, Onarimon, Daimon, dan Hammamatsucho. Dari stasiun ini, Anda cukup berjalan kaki sekitar sepuluh menit.

Tokyo adalah salah satu kota yang terkenal dengan jalur keretanya yang rumit. Tapi Anda tak perlu khawatir, begitu mendarat di Bandara Udara Internasional Narita atau Haneda, jangan lupa mengambil peta jalur kereta yang disiapkan secara gratis. (*) (Koran Tempo Makassar, edisi  21 November 2014)

https://shamawar.wordpress.com/2015/01/31/merah-anggur-menghias-fuefuki/

https://shamawar.wordpress.com/2015/01/31/kota-sahabat-pejalan-kaki/

https://shamawar.wordpress.com/2015/01/31/merawat-tradisi-di-asakusa/

1 Comment


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: