Merah Anggur Menghias Fuefuki

Kota Fuefuki penghasil buah peach dan anggur terbesar di Jepang. Bisa beralih pink pada bulan April.

Harumnya anggur hadir di seluruh Kota Fuefuki, Prefektur Yamanashi, yang terletak di tengah-tengah Jepang. Merahnya anggur terlihat dimana-mana, bergelantungan di halaman-halaman rumah warga.

Kota Fuefuki penghasil buah peach dan anggur terbesar di Jepang. FOTO/Irmawar

Kota Fuefuki penghasil buah peach dan anggur terbesar di Jepang. FOTO/Irmawar

Sejak awal Agustus hingga pertengahan November mendatang adalah musim pemetikan anggur. Saanya bagi warga Jepang untuk menggelar pesta kebun anggur, seperti di kebun Tsu Ka Ha Ra, meski kesulitan berkomunikasi, kami mendapat jamuan yang sangat ramah. “Arigato gozaimasu”, kalimat yang paling sering saya ucapkan.

Akhir pekan seperti saat ini, warga Jepang memanfaatkan untuk liburan keluarga.Salah satu tempat favorit yang menjadi pilihan adalah kebun anggur. Seperti Watanabe yang datang bersama lima anggota keluarganya. Di kebun ini, setiap pengunjung bisa memetik anggur sendiri, lalu memakannya sambil menikmati teduhnya beratap rambatan ranting-ranting anggur.

Udara di kawasan kebun anggur sangat segar, suasana ini sepertinya sengaja diciptakan. Karena setiap pengunjung tidak diperbolehkan membawa kendaraan bermotornya ke kawasan kebun. Pengunjung harus memarkir kendaraannya di pusat oleh-oleh Misakanoen. Dari sini, pengunjung akan diangkut dengan bis khusus menuju kebun anggur. Pemilik kebun biasanya sudah menyiapkan gunting untuk memetik anggur, serta menyusun kursi-kursi di bawah pohon anggur.

Kota Fuefuki penghasil buah peach dan anggur terbesar di Jepang. FOTO/Irmawar

Kota Fuefuki penghasil buah peach dan anggur terbesar di Jepang. FOTO/Irmawar

Udara di kawasan kebun anggur sangat segar, suasana ini sepertinya sengaja diciptakan. Karena setiap pengunjung tidak diperbolehkan membawa kendaraan bermotornya ke kawasan kebun. Pengunjung harus memarkir kendaraannya di pusat oleh-oleh Misakanoen. Dari sini, pengunjung akan diangkut dengan bis khusus menuju kebun anggur. Pemilik kebun biasanya sudah menyiapkan gunting untuk memetik anggur, serta menyusun kursi-kursi di bawah pohon anggur.

Untuk masuk ke kebun anggur, setiap orang harus membeli tiket terlebih dahulu di kawasan Misakanoen. Harga selembar tiket untuk anak-anak 450 yen-650 yen atau setara dengan Rp 50 ribu hingga Rp 75 ribu. Untuk orang dewasa 880-1.200 yen atau setara dengan Rp 92 ribu-Rp 138 ribu. Dengan tiket ini, kita bisa makan anggur sepuasnya di areal kebun dan tidak boleh dibawa pulang. Jika ingin menjadikannya oleh-oleh, harus membeli sendiri.

Hamparan kebun anggur memenuhi sisi kiri dan kanan jalan. Kota Fuefuki adalah penghasil buah anggur dan peach terbesar di Jepang. Di kota ini, kita dapat menikmati beragam jenis anggur seperti Kaiji, Kyohou, dan Konsu. Tak hanya dinikmati dalam keadaan segar, di Fuefuki, kita dapat menemukan banyak tempat pembuatan wine. Khusus untuk Wine Koshu yang biasanya mulai diproduksi pada bulan November.

Ekstrak buah Anggur di Kota Fuefuki, Jepang. FOTO/Irmawar

Ekstrak buah Anggur di Kota Fuefuki, Jepang. FOTO/Irmawar

Tak hanya memetik buah anggur dan menikmati manisnya yang segar. Santap siang kami kali ini ditemani dengan wine. Ini kali pertama saya meminum wine dengan jumlah cukup banyak, tapi saya tak perlu khawatir karena tidak akan memabukkan. Grape Rouge yang diproduksi di Fuefuki adalah wine tanpa alkohol. Maka jadilah saya menuangkan wine lagi ke cangkir saya.

Kota Fuefuki penghasil buah peach dan anggur terbesar di Jepang. FOTO/Irmawar

Kota Fuefuki penghasil buah peach dan anggur terbesar di Jepang. FOTO/Irmawar

Belum lagi musim anggur berakhir, buah kesemak juga mengeluarkan buahnya pada akhir September hingga awal November. Fuyugaki adalah salah satu jenis kesemak andalan, buahnya besar dan rasanya manis. Penasaran ingin mencobanya.

Sebelum musim anggur, awal Juli hingga akhir Agustus di Feufuki adalah musim pemetikan buah peach. Seperti pesta kebun anggur, saat musim peach berbuah juga digelar pesta kebun peach. Tarif di kawasan Misakanoen adalah 880 yen hingga 1.200 yen. Pada akhir tahun, kita dapat menikmati stroberi, makan sepuasnya di dalam rumah kaca hingga awal Mei.

Tak hanya terkenal sebagai penghasil anggur dan peach terbesar di Jepang. Fuefuki juga dikenal sebagai kampung permandian mata air panas. Air yang sangat panas keluar dari mata air dengan suhu mencapai 68 derajat celsius, dengan volume air yang banyak. Pada musim dingin, permandian air panas menjadi tempat untuk melepaskan lelah pikiran maupun fisik dengan berendam di permandian mata air panas ini.

Permandian mata air panas di Fuefuki. FOTO/Irmawar

Permandian mata air panas di Fuefuki. FOTO/Irmawar

Sehingga sangat pantas jika Kota Fuefuki menjadi salah satu kampung impian nomor satu di Jepang. Pada muism mekarnya bunga di awal hingga pertengahan April, kita bisa menemukan separuh kota berwarna merah muda, bak permadani yang terbentang luas menutupi separuh kota.Warna merah muda dari bunga sakura dan peach atau momo. Saya hanya menikmati pemandangan merah muda ini melalui gambar, karena saya berada di sini pertengahan September. (Koran Tempo Makassar, edisi  12 September 2014)

4 Comments


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: