Tidak Ada “Aku” Hari Ini

Menulis puisi-puisi AADC2 membuat M Aan Mansyur harus masuk ke karakter Rangga.

Bandara dan udara memisahkan Jakarta dan New York. 14 tahun lalu, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cinta harus melepas Rangga, terbang ke New York membawa cintanya. Bertolak dari film Ada Apa Dengan Cinta, M Aan Mansyur menuliskan puisi-puisi untuk film AADC2 yang akan rilis 28 April mendatang. Bagaimana seorang Aan menuliskan 31 puisi yang terhimpun dalam buku Tidak Ada New York Hari Ini.

Penyair M Aan Mansyur kumpulan puisinya Melihat Api Bekerja. Foto/Irmawar

Penyair M Aan Mansyur kumpulan puisinya Melihat Api Bekerja. Foto/Irmawar

“Saya harus masuk ke karakter Rangga,” ungkap Aan kepada Tempo, Ahad pagi lalu di katakerja—perpustakaan komunitas sekaligus ruang publik kreatif di kawasan Wesabbe, Makassar. Obrolan pagi itu, dimulai dengan kerja bakti bersama warga Kompleks Wesabbe. Aan yang baru saja memangkas rumput di halaman katakerja, duduk mengeringkan keringat. Ia mengajak saya membayangkan, Rangga yang sangat ‘Aku’, puisi Chairil Anwar yang menjadi ‘identitas’ AADC 1.

Lalu seperti apa Aan memberikan ‘identitas’ puisi yang tidak ‘Aku’ lagi. “Saya hanya membayangkan setelah empat belas tahun Rangga membaca buku-buku puisi lain yang kemudian mempengaruhi gaya bertuturnya,” ungkap Aan. Adalah Fablo Neruda, Sapardi Djoko Damono dan M Aan Mansyur, serta puisi dari penyair-penyair di Amerika Serikat yang menjadi bacaan Rangga yang kemudian mempengaruhi gaya bertuturnya.

Sebelum  menuliskan puisi-puisi untuk AADC2, Aan mengaku, harus melakukan riset yang mendalam, selain menonton AADC1 dan membaca skrip AADC2. Ia melakukan riset dengan membaca blog dan mengikuti instagram tentang New York selama 6 bulan. Buku Tidak Ada New York Hari ini adalah puisi dan gambar yang berbicara, dimana selain 31 puisi Aan juga ada foto-foto Moriza. “Buku ini dibayangkan adalah puisi-puisi dan foto-foto karya Rangga,” ungkap Aan.

‘Tidak Ada New York Hari Ini’ mengawali kumpulan puisi tentang AADC2, lalu ditutup dengan puisi berjudul ‘Cinta’. Film AADC2 sepertinya memberikan porsi puisi yang lebih besar. “Jika dulu Cinta dan Rangga dipertemukan puisi. Sekarang membayangkan Rangga menulis puisi-puisi untuk menemani kesepiaan dan kesedihannya,” kata penyair dan penulis yang sehari-hari juga sebagai pustakawan katakerja.

Membaca puisi-puisi Rangga yang ditulis Aan. Tak hanya kesepian, tapi juga ada rindu dan dendam. Dendam pada negaranya yang membuat Rangga harus pindah ke New York, meninggalkan cintanya. Ia juga menuliskan bagaimana ia merasa asing di tengah-tengah keramaian New York. “Seperti berusaha menolak sesuatu yang kau suka,” kata Aan.

Eko Rusdianto, M Aan Mansyur, Imhe Mawar di Hutan Pendidikan Unhas di Bengo. Foto/Irmawar

Eko Rusdianto, M Aan Mansyur, Imhe Mawar di Hutan Pendidikan Unhas di Bengo. Foto/Irmawar

Tingkat kesulitan dalam menuliskan puisi-puisi AADC2, kata Aan, karena dia harus masuk ke karakter Rangga. Meski demikian, Aan mengaku tidak begitu terbebani, “saya menulis seperti saya.” Bagi Aan, perasaan kesepian, jauh dari orang tua, dan suka jalan sendiri, tak hanya menjadi kehidupan Rangga tapi juga menjadi bagian dari kehidupan keseharian Aan.

Puisi-puisi AADC2 mulai digarap Aan, April 2015. Setelah peluncuran buku puisi Melihat Api Bekerja—kolaborasi puisi dan ilustrasi M Aan Mansyur dan Muhammad Taufiq alias Emte. Mira Lesmana, datang saat pameran di Edwin’s Gallery, di Kemang, Jakarta, pertengahan April tahun lalu. Di tempat itulah Aan dan Mira membicarakan tentang puisi-puisi AADC2. “Saya mungkin diajak karena Mira menyukai puisi-puisi saya,” ungkap Aan.

Dari 31 puisi yang terhimpun dalam buku Tak Ada New York Hari Ini, setidaknya ada empat puisi yang akan muncul dalam film AADC2. Salah satunya berjudul Batas, berikut potongan puisinya

“Apa kabar hari ini? Lihat, tanda tanya itu,

jurang antara kebodohan dan keinginanku

memilikimu sekali lagi.” (*) (Komunitas Koran Tempo Makassar, edisi  15 April 2016)

 

Dua Peran Aan Mansyur di AADC2

Di atas kereta yang sedang melaju, Rangga merangkai kata-kata menjadi sebait puisi. Jari-jarinya yang mengukir kata-kata kadang terhenti, ia diam, pandangannya menatap jauh menembus kaca jendela kereta. “…Lihat, tanda tanya itu, jurang antara kebodohan dan keinginanku memilikimu sekali lagi,” sepenggal puisi Rangga yang ditulis M Aan Mansyur berjudul Batas.

“Saya punya dua peran, orang yang menulis puisi atas nama Rangga dan penyair yang dibaca karya-karyanya oleh Rangga,” ungkap Aan, Ahad pagi lalu di katakerja—perpustakaan komunitas sekaligus ruang publik kreatif di kawasan Wesabbe, Makassar.

M Aan Mansyur di Hutan Pendidikan Unhas di Bengo. Foto/Irmawar

M Aan Mansyur di Hutan Pendidikan Unhas di Bengo. Foto/Irmawar

Meski menulis puisi atas nama Rangga, penulis puisi Melihat Api Bekerja ini tetap mempertahankan gaya bertuturnya yang selalu bercerita. Meski puisi-puisi yang dituliskan untuk Rangga tetap ada jejak Chairil Anwar. Lalu dipengaruhi bacaan Rangga, sehingga ada aroma Pablo Neruda dan Sapardi Djoko Damono. Tapi puisi-puisi AADC2 tetap Aan banget, karena salah satu karya yang dibaca Rangga adalah puisi-puisi M Aan Mansyur.

Menulis puisi untuk film Ada Apa Dengan Cinta yang selama ini identik dengan film remaja, lalu setelah 14 tahun AADC2 rilis yang melanjutkan kisah Cinta dan Rangga. Menjadi tantangan tersendiri bagi Aan yang harus menyesuaikan genre bahasa untuk usia akhir 20-an dan awal  usia 30-an. “Tapi genre dan bahasa masih bisa dinikmati oleh remaja,” ungkap Aan. (Komunitas Koran Tempo Makassar, edisi  15 April 2016)

http://koran.tempo.co/konten/2016/04/15/397357/Ada-Apa-dengan-Aan-Mansyur

https://seleb.tempo.co/read/news/2016/04/15/111762893/dua-peran-aan-mansyur-di-film-aadc2

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: