Aluk Todolo Abad Ke-21

Menjalankan adat leluhur tidak gampang. Beberapa penyesuaian dilakukan untuk meneruskan tradisi.

BULULANGKAN bisa menjadi contoh perubahan zaman yang melanda Tana Toraja. Di samping memeluk agama Kristen, demi menghormati leluhur, menjaga silaturahmi dan keutuhan keluarga, masyarakat mencoba mempertahankan tradisi aluk todolo atau adat orang dulu. Dan untuk itu, berbagai penyesuaian—seperti tata cara pelaksanaan dan syarat-syarat dalam upacara adat—dilakukan.

Contohnya patane, rumah makam keluarga yang berisi tujuh turunan dalam satu rumpun. Dahulu kala, patane berada di gua-gua tebing batu. Kini, patane dibangun di tempat yang tak terlalu sulit, dengan papan atau berupa bangunan beton laiknya rumah-rumah kota.

Patane–Rumah Makam Keluarga Suku Toraja

Menurut Kepala Lembang Bululangkan E Ungke Toding Allo, karena kesulitan itu, warganya sudah jarang menaruh jasad yang baru mati di tebing-tebing batu. Agar mudah diakses, patane lantas dibangun di pinggir jalan. Ukuran lazimnya adalah 2 x 2 meter hingga 4 x 4 meter. Ada juga warga yang mencari batu-batu besar di pinggir jalan, kemudian memahatnya hingga berbentuk ruangan.

Jumlah patane jenis ini terus bertambah dari tahun ke tahun. Pada 2009 ini ada tujuh bangunan patane yang baru kelar. Di Bululangkan sendiri sudah ada sekitar 30 patane, dengan beberapa bentuk penyesuaian, termasuk patane yang berhiaskan salib atau gambar-gambar Bunda Maria.

Salah satunya adalah milik keluarga almarhum Moli Sesa’ dan Nek Banaa, yang pembuatannya menghabiskan dana sekitar Rp 100 juta. Yang membiayai patane berukuran 3 x 4 meter itu adalah cucu pertama mereka, yakni anak Debora Tumba’, Daniel Remi, 40 tahun. Memang ongkos pembangunan patane bisa mencapai ratusan juta rupiah. Adapun untuk jenis patane batu dibutuhkan dana sekitar Rp 35 juta. Pemahatan batu memakan waktu sekitar empat bulan. Selain melibatkan pemahat, pembangunan patane jenis ini melibatkan pandai besi.

Pembungkus jasad-jasad juga mengikuti perkembangan zaman. Dahulu kala, ketika kain masih sulit didapat, jasad biasa dibungkus dengan karung-karung bekas atau bahkan kulit kayu kering—sebelum akhirnya dibungkus kain merah polos atau hitam polos. Tapi belakangan, tatkala kain mudah diperoleh, warga tidak lagi menggunakan karung atau kulit kayu. Mereka menggunakan kain-kain pakaian bekas, sarung, atau seprai. Kain pembungkus jasadnya pun berwarna-warni, sesuai dengan status sosial penggunanya. Warga memilih mengeluarkan uang besar untuk pembangunan patane yang lebih bagus, nyaman, dan aman. Jangan salah, mumi Toraja termasuk benda yang diperjualbelikan di pasar gelap.

Dan puncaknya adalah sinkretisme agama, yang juga terjadi pada banyak kultur masyarakat Nusantara lainnya. Di Bululangkan, kegiatan kebaktian kini menutup prosesi ma’nene, kala jasad sudah kembali terbungkus dan bau kemenyan serta kapur barus disingkirkan. Berlangsung sekitar setengah jam, Pendeta Daud Kaluring berdiri di depan mimbar kayu. Mimbarnya diambil dari Gereja Loko Lemo, satu dari enam gereja di Bululangkan. Pendeta Daud kemudian membacakan sejumlah pesan damai dalam kematian yang diambil dari salah satu surat di Kitab Perjanjian Baru Matthius. Para anggota jemaat pun tenggelam dalam kor lagu-lagu penyembahan kepada Yesus Kristus. Lalu pesta makan pa’piong pun dimulai! (By Irmawati–Intermezo, Majalah Tempo, Edisi Oktober 2009)

Tulisan Terkait :

https://shamawar.wordpress.com/arisan-kematian/

https://shamawar.wordpress.com/antara-ramuan-dan-jasad-terbang/

2 Comments

  1. pither allo toraja said,

    July 3, 2012 at 3:48 pm

    Saya anak pertama dari yunus lumbaa sekarang berberdomesili dikalimantan timur, saya bangga dengan orang tua saya karena masih memlihara kebudayaan dan melestarikan. Saya tak lupa mengucapkan banyak terima kepada majalah tempo online yang telah mengunjungi kampung kami dan bisa menginap dirumah saya

  2. Liz said,

    March 10, 2013 at 3:52 pm

    I discovered your “Aluk Todolo Abad Ke-21 | Beranda Irmawar” page and noticed you could have a lot more traffic. I have found that the key to running a website is making sure the visitors you are getting are interested in your subject matter. There is a company that you can get traffic from and they let you try it for free. I managed to get over 300 targetted visitors to day to my website. Check it out here: http://bag.sh/16M


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: